Jakarta, 4 Agustus 2026 – Memasuki hari kedua pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Tahun 2026, peserta melanjutkan rangkaian kegiatan yang berfokus pada penguatan kompetensi dosen dalam merancang pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat MKWK LPMPP UPNVJ ini menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi pendidikan dan pakar e-learning untuk memperkaya wawasan peserta dalam mengimplementasikan AI secara bertanggung jawab di lingkungan akademik.

Sesi pagi diawali dengan penyampaian materi oleh Dr. Epin Saepudin, M.Pd., Tim Pakar Mata Kuliah Wajib Kurikulum Kemendiktisaintek RI, yang membawakan topik “Merancang Proyek PJBL yang AI-Proof sekaligus AI-Integrated: Strategi untuk Setiap Mata Kuliah MKWK.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya penyusunan Project Based Learning (PJBL) yang mampu memanfaatkan teknologi AI sebagai alat bantu pembelajaran, namun tetap mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan menghasilkan karya yang autentik. Berbagai strategi penyusunan proyek pembelajaran turut dipaparkan agar dosen mampu mengintegrasikan AI tanpa mengurangi capaian pembelajaran maupun integritas akademik. Sesi kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan presentasi hasil diskusi kelompok peserta.

Pada sesi siang, peserta memperoleh materi dari Musthofa Galih Pradana, M.Kom., Head of e-Learning Center UPNVJ, dengan topik “Eksplorasi Ekosistem Tools Generative AI untuk Perkuliahan MKWK: Dari ChatGPT hingga Alat Kolaborasi Berbasis AI.” Materi ini memperkenalkan berbagai platform Generative AI yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran, mulai dari penyusunan materi ajar, pengembangan media pembelajaran, hingga penyusunan aktivitas kolaboratif di kelas. Selain memperlihatkan demonstrasi penggunaan berbagai tools AI, narasumber juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijaksana dengan tetap mengedepankan etika akademik, validasi informasi, dan peran dosen sebagai fasilitator pembelajaran. Kegiatan hari kedua ditutup dengan sesi tanya jawab dan penugasan individu sebagai bentuk refleksi atas materi yang telah diterima peserta.

Melalui materi yang diberikan pada hari kedua, peserta diharapkan mampu merancang pembelajaran MKWK yang inovatif, relevan dengan perkembangan teknologi, sekaligus tetap menjaga kualitas proses belajar mengajar yang berorientasi pada pembentukan karakter, kompetensi, dan integritas mahasiswa.
