Jakarta, 3 Agustus 2026 – Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) melalui Pusat Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) MKWK Tahun 2026 bertajuk “Reimajinasi Pembelajaran MKWK di Era Generative AI: Meneguhkan Karakter Bangsa dan Kecakapan Abad 21” yang diselenggarakan pada 3–6 Agustus 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia Lantai 4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPNVJ serta diikuti secara luring dan daring.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh pembawa acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Bela Negara, pembacaan doa, serta sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UPNVJ, Dr. Henry Binsar Hamonangan Sitorus, S.T., M.T. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya transformasi pembelajaran di perguruan tinggi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter, integritas, dan bela negara sebagai identitas lulusan UPNVJ.

Setelah prosesi pembukaan dan foto bersama, peserta memperoleh materi pertama yang disampaikan oleh Prof. Dr. Erna Hernawati, Ak., CA., CPMA., CGOP., CQRP., Rektor UPNVJ Periode 2018–2022, dengan topik “Penguatan Kepemimpinan dan Nilai Bela Negara dalam Pembelajaran MKWK di Era Abad 21.” Dalam paparannya, beliau mengajak para dosen untuk menjadikan Mata Kuliah Wajib Kurikulum sebagai ruang strategis dalam membangun karakter mahasiswa melalui kepemimpinan, nasionalisme, serta penguatan nilai-nilai bela negara yang relevan dengan tantangan abad ke-21. Materi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan refleksi individu sebagai sarana memperdalam pemahaman peserta.

Memasuki sesi siang, peserta mengikuti materi kedua yang dibawakan oleh Prof. Dr. Andy Alamsyah, S.Si., M.Sc., Guru Besar sekaligus AI/Blockchain Leader dan Digital Transformation Expert Telkom University, dengan topik “Logika, Epistemologi, dan Cara Kerja AI: Apa yang Bisa dan Tidak Bisa Dilakukan Mesin?” Materi ini membahas konsep dasar kecerdasan buatan, cara kerja teknologi generative AI, hingga batasan-batasan penggunaannya dalam dunia pendidikan. Para peserta diajak memahami AI secara kritis sehingga mampu memanfaatkan teknologi tersebut sebagai alat pendukung pembelajaran tanpa mengabaikan aspek akademik dan etika. Sesi ditutup dengan diskusi interaktif serta refleksi individu peserta.

Melalui pelaksanaan hari pertama ini, peserta memperoleh landasan konseptual mengenai pentingnya penguatan karakter, kepemimpinan, serta literasi kecerdasan buatan sebagai bekal dalam mereimajinasikan pembelajaran MKWK yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pembelajaran yang inovatif, berintegritas, dan tetap berorientasi pada pembentukan karakter bangsa.
