LPMPP UPNVJ

Jakarta, 26 Juni 2026 – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul melalui penyelenggaraan Fullday Kick Off Meeting dan Pendampingan Penyusunan Dokumen Awal Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) yang dilaksanakan pada Jumat, 26 Juni 2026 bertempat di Hotel RA Suites Simatupang, Jakarta.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, para Dekan, Kepala Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LPMPP), Sekretaris LPMPP, Kepala Pusat Penjaminan Mutu, serta Tim Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) UPNVJ. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta menyusun strategi penyusunan dokumen AIPT secara terarah menuju target Akreditasi Unggul.

Mengawali kegiatan, Kepala LPMPP Satria Yudhia Wijaya, SE., MS., Ak. menyampaikan laporan mengenai kondisi dan kesiapan penyusunan dokumen AIPT UPNVJ. Dalam laporannya dijelaskan bahwa penyusunan dokumen AIPT sebenarnya telah dimulai pada periode sebelumnya. Namun, seiring diterbitkannya kebijakan terkait pelaksanaan Instrumen Suplemen Konversi (ISK), UPNVJ memprioritaskan penyelesaian ISK sehingga proses penyusunan AIPT mengalami penyesuaian. Mengingat masa berlaku akreditasi institusi UPNVJ akan berakhir pada tahun 2028, maka persiapan AIPT perlu segera diintensifkan agar seluruh dokumen dapat disusun secara komprehensif, berbasis data yang valid, dan memenuhi seluruh indikator penilaian terbaru.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala LPMPP juga memaparkan strategi pencapaian AIPT Unggul beserta status pemenuhan berbagai indikator utama yang masih memerlukan penguatan. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain peningkatan proporsi dosen bergelar doktor, Lektor Kepala dan Guru Besar, penguatan siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), penyempurnaan data institusi, serta penyusunan timeline penyelesaian dokumen AIPT secara bertahap mulai dari validasi data, penyusunan narasi, proses reviu internal, hingga target penyampaian dokumen kepada BAN-PT. Strategi tersebut diharapkan mampu menjadi panduan bersama bagi seluruh unit kerja dalam mempersiapkan dokumen AIPT secara sistematis, terukur, dan tepat waktu.

Selanjutnya, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Henry Binsar Hamonangan Sitorus., S.T., M.T. dalam sambutannya menegaskan bahwa Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi bukan sekadar pemenuhan dokumen administrasi, tetapi merupakan cerminan kualitas tata kelola, budaya mutu, dan kinerja institusi secara menyeluruh. Beliau mengajak seluruh pimpinan UPNVJ untuk membangun komitmen bersama dalam menyediakan data yang valid, menyusun narasi yang menggambarkan keunggulan institusi, serta memperkuat kolaborasi lintas unit. Menurut beliau, keberhasilan memperoleh predikat Akreditasi Unggul hanya dapat dicapai apabila seluruh sivitas akademika memiliki semangat yang sama untuk bekerja secara kolaboratif, akuntabel, transparan, berbasis bukti (evidence-based), dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Prof. Dr. Ir. Herman Parung, M.Eng., yang memberikan pendampingan mengenai Instrumen Lampiran 3b Peraturan BAN-PT Nomor 35 Tahun 2025 tentang Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 4.1 bagi Perguruan Tinggi Negeri Akademik Terakreditasi Unggul. Dalam paparannya, beliau menekankan berbagai aspek strategis yang menjadi perhatian asesor pada saat asesmen lapangan.

Beliau menjelaskan bahwa implementasi Outcome Based Education (OBE) harus benar-benar diterapkan secara nyata dan dipahami oleh seluruh dosen, karena pemahaman dosen terhadap konsep OBE merupakan salah satu aspek yang akan dikonfirmasi oleh asesor. Selain itu, hasil Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari berbagai evaluasi mutu harus terdokumentasi dan tercermin dalam kebijakan maupun pedoman akademik yang berlaku di universitas.

Pada aspek sumber daya manusia, Prof. Herman menekankan pentingnya keberadaan Rencana Strategis Pengelolaan SDM yang memuat analisis kecukupan dosen dan tenaga kependidikan, peningkatan jumlah dosen bergelar doktor, Lektor Kepala dan Guru Besar, pengelolaan dosen tidak tetap agar tetap memenuhi ketentuan, serta pemetaan pengembangan karier dosen secara berkelanjutan. Khusus untuk Program Studi Doktor, beliau mengingatkan bahwa setiap program studi minimal didukung oleh dua Guru Besar.

Beliau juga menggaris bawahi pentingnya penyediaan lingkungan kampus yang inklusif dan ramah bagi mahasiswa berkebutuhan khusus, termasuk ketersediaan fasilitas pendukung dan dokumentasi berbagai layanan yang diberikan melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD). Di samping itu, seluruh dokumen terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perlu dipersiapkan dengan baik, termasuk pedoman K3 di tingkat universitas, kebijakan yang dikoordinasikan oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, serta publikasi informasi mengenai penempatan APAR dan fasilitas keselamatan melalui website universitas.

Selain itu, beliau juga menyoroti pentingnya penyusunan Rencana Strategis Keuangan, standar pembiayaan pendidikan, kebijakan bantuan bagi mahasiswa yang mengalami keterbatasan ekonomi dalam membayar UKT, serta berbagai upaya perguruan tinggi dalam memperluas akses pendidikan melalui pembelajaran jarak jauh, sharing sumber daya pembelajaran, pemberian berbagai skema beasiswa, dan pengembangan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Kepala Pusat Penjaminan Mutu menyampaikan timeline penyusunan dokumen AIPT, mekanisme pembagian tugas, serta penggunaan lembar kerja yang akan menjadi acuan seluruh tim dalam proses penyusunan dokumen. Penyampaian ini diharapkan dapat memberikan arah yang jelas mengenai target penyelesaian setiap komponen dokumen, mekanisme koordinasi antarunit, serta jadwal reviu dan finalisasi sehingga seluruh proses penyusunan AIPT dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.

Melalui kegiatan Fullday Kick Off Meeting ini, UPNVJ menegaskan komitmennya untuk mempersiapkan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi secara matang melalui kolaborasi seluruh unit kerja, penguatan budaya mutu, serta penyusunan dokumen yang akurat, berbasis bukti, dan mencerminkan kinerja terbaik institusi. Diharapkan seluruh rangkaian persiapan yang telah dirancang dapat mengantarkan UPNVJ meraih predikat Akreditasi Unggul pada proses asesmen mendatang.

Share :