Jumat, 24 April 2026, Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi LKPS, LED, dan Pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Henry Binsar Hamonangan Sitorus., S.T., M.T., para Dekan, Kepala LPMPP Satria Yudhia Wijaya, SE., MS., Ak., para Wakil Dekan, Sekretaris LPMPP Dr. Ni Putu Eka Widiastuti, SE. M.Si., CSRS, Kepala Pusat AMI, Kepala Pusat Penjaminan Mutu Yulizar Widiatama, M.Eng, Ketua Jurusan, serta Koordinator Program Studi di lingkungan universitas.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Akademik yang menegaskan pentingnya penguatan budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa penyusunan LKPS dan LED serta pelaksanaan AMI bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas akademik, tata kelola, dan daya saing program studi. Beliau juga berharap seluruh unit kerja dapat berkolaborasi secara aktif dalam menyiapkan dokumen dan menjalankan proses audit secara optimal.
Selanjutnya, pemaparan disampaikan oleh Kepala Pusat AMI mengenai Pelaksanaan AMI Tahun 2026 Berbasis Risiko. Dalam paparannya dijelaskan bahwa audit terkait Outcome Based Education (OBE) kini menjadi satu siklus audit terintegrasi berbasis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UPNVJ Tahun 2026. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas audit melalui identifikasi risiko, pengendalian, dan tindak lanjut yang lebih terarah.
Adapun timeline pelaksanaan AMI Tahun 2026 meliputi periode Juni hingga Agustus 2026 untuk pelaksanaan AMI, dengan agenda pengumpulan dokumen LED dan LKPS, desk evaluation, serta audit lapangan. Sementara itu, pada September 2026 akan dilaksanakan pengisian Rencana Tindak Lanjut (RTL) AMI 2026 yang berfokus pada pengendalian, mitigasi risiko, serta monitoring berkelanjutan.
Selain itu, dijelaskan pula mekanisme unggah dokumen, di mana setiap program studi diwajibkan mengunggah dokumen LED dan LKPS ke Google Drive serta mengisi tautan pada sistem ami-upnvj.ac.id. Tim verifikator di masing-masing fakultas akan memeriksa kelengkapan dan kesesuaian dokumen setiap program studi. Disampaikan pula bahwa jadwal audit tidak akan muncul apabila dokumen LED dan LKPS belum tervalidasi. Pada sesi berikutnya, dilakukan pemaparan terkait pengembangan sistem AMI yang saat ini masih dalam tahap penyempurnaan.
Pemaparan berikutnya disampaikan oleh Kepala Pusat Penjaminan Mutu mengenai berbagai tantangan umum dalam implementasi SPMI. Beberapa permasalahan yang kerap terjadi antara lain dokumen mutu tersedia namun implementasinya masih lemah, pelaksanaan AMI yang masih dipandang sebagai formalitas, serta belum optimalnya penggunaan data real time sebagai dasar pengambilan keputusan. Oleh karena itu, seluruh unit diharapkan dapat memperkuat implementasi SPMI secara nyata dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa terdapat empat program studi di lingkungan UPNVJ yang akan menghadapi proses akreditasi pertama serta dua program studi yang baru memperoleh izin operasional. Dengan demikian, keenam program studi tersebut memerlukan pendampingan, penguatan dokumen mutu, serta kesiapan yang matang dalam menghadapi proses akreditasi dan evaluasi eksternal.

Materi sosialisasi juga mencakup Petunjuk Pengisian Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), penjelasan mengenai kriteria unggul pada masing-masing LAM/BAN-PT, serta bobot verifikasi dokumen LED dan LKPS sebagai bagian dari persiapan akreditasi.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama yang berlangsung interaktif. Para peserta menyampaikan berbagai pertanyaan, masukan, dan kendala teknis terkait penyusunan dokumen maupun pelaksanaan audit mutu internal.
Sebagai penutup, Kepala LPMPP Satria Yudhia Wijaya, SE., MS., Ak. menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah strategis dalam menyamakan persepsi seluruh unit kerja terkait pelaksanaan AMI Tahun 2026. Beliau berharap seluruh fakultas dan program studi dapat mempersiapkan dokumen dengan baik, meningkatkan komitmen terhadap budaya mutu, serta menjadikan hasil audit sebagai dasar perbaikan berkelanjutan demi peningkatan kualitas institusi.
