Jakarta, 28 Juli 2026 – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta melalui Pusat Pengembangan Pembelajaran menyelenggarakan Pelatihan Calon Dosen Koordinator Mata Kuliah (Doskor) yang berlangsung pada 28–29 Juli 2026 di Auditorium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPNVJ Kegiatan ini merupakan salah satu upaya strategis universitas dalam meningkatkan kapasitas dosen untuk mengelola, mengoordinasikan, dan menjamin mutu penyelenggaraan mata kuliah yang selaras dengan implementasi Outcome-Based Education (OBE).
Pelatihan diikuti oleh dosen dari berbagai fakultas yang dipersiapkan untuk menjalankan peran sebagai Dosen Koordinator Mata Kuliah. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai tata kelola mata kuliah, implementasi kurikulum berbasis luaran, serta penyusunan perangkat pembelajaran yang berkualitas guna mendukung pencapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).

Kegiatan hari pertama diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Kepala LPMPP UPNVJ Satria Yudhia Wijaya, SE., MS., Ak.. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa peran Dosen Koordinator Mata Kuliah menjadi salah satu kunci dalam menjaga konsistensi dan mutu penyelenggaraan pembelajaran di setiap program studi. Melalui koordinasi yang baik, diharapkan setiap mata kuliah dapat diimplementasikan secara selaras dengan kurikulum OBE, sehingga mampu mendukung pencapaian kompetensi lulusan yang telah ditetapkan.
Setelah sesi pembukaan, Kepala LPMPP melanjutkan kegiatan dengan menyampaikan materi Workshop Dosen Koordinator Mata Kuliah (Doskor). Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai tugas, fungsi, dan tanggung jawab seorang Dosen Koordinator Mata Kuliah, mulai dari proses perencanaan pembelajaran, koordinasi dengan tim pengampu mata kuliah, penyelarasan perangkat pembelajaran, hingga mekanisme monitoring dan evaluasi pelaksanaan perkuliahan. Materi ini menjadi landasan bagi peserta dalam menjalankan peran strategisnya untuk memastikan mutu pembelajaran tetap terjaga secara berkelanjutan.

Selanjutnya, Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran Dr. Arief Wahyudi J, M.Kep., M.Pd.Ked menyampaikan materi mengenai Overview Kurikulum Outcome-Based Education (OBE). Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa implementasi OBE menempatkan capaian pembelajaran sebagai fokus utama dalam seluruh proses pendidikan. Oleh karena itu, penyusunan kurikulum, strategi pembelajaran, metode asesmen, hingga evaluasi pembelajaran harus dirancang secara terintegrasi agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, serta standar nasional pendidikan tinggi. Materi ini juga mengulas keterkaitan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), dan strategi pembelajaran yang mendukung pencapaian luaran pembelajaran.
Memasuki sesi setelah istirahat, salat, dan makan (Ishoma), kegiatan dilanjutkan dengan materi Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang juga disampaikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran. Pada sesi ini peserta memperoleh pendampingan mengenai penyusunan RPS yang sesuai dengan prinsip OBE, mulai dari perumusan CPMK, pemetaan terhadap CPL, penyusunan strategi pembelajaran, metode asesmen, hingga penentuan indikator keberhasilan pembelajaran. Peserta juga diajak untuk memahami pentingnya penyelarasan antara capaian pembelajaran, aktivitas belajar mahasiswa, dan instrumen penilaian agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif, terukur, dan berorientasi pada hasil belajar mahasiswa.

Melalui pelatihan ini, LPMPP UPNVJ berharap para calon Dosen Koordinator Mata Kuliah memiliki kompetensi yang memadai dalam mengelola mata kuliah secara terintegrasi serta mampu menjadi penggerak implementasi Outcome-Based Education di lingkungan program studi masing-masing. Dengan demikian, kualitas penyelenggaraan pembelajaran di UPNVJ dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen universitas dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada mutu.
